Thursday, July 26, 2012



RAMADHAN















Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa 
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu
daripada kamu, supaya kamu bertaqwa. 
(Qur'an: Surah 2, Ayat 182-183




Bulan Ramadhan adalah bulan ke sembilan dalam kalendar Islam. Oleh kerana kalendar 
bulan adalah seminggu setengah lebih kurang dari kalendar matahari, maka bulan 
Ramadhan akan semakin kebelakang setiap tahun. Ia adalah bulan suci di mana Tuhan 
telah menurunkan wahyu kepada manusia.. Imam Jaafar  as Sadiq( as) meriwayatkan dari 
Rasulullah(saw):

“Kitab Ibrahim telah diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat pula diturunkan 
pada hari keenam bulan Ramadhan, Injil pula diturunkan pada 13 Ramadhan..Al Quran 
pula diturunkan pada 23 Ramadhan.”



Bulan ini juga dianggap begitu suci kerana terdapat di dalamnya malam Lailatul Qadar, di 
mana Tuhan telah menentukan segala urusan yang bakal terjadi kepada ciptaannya, untuk 
jangka masa setahun.


Imam Jaafar as Sadiq(as) telah mengatakan

“Ketika malam Lailatul Qadar, para malaikat, ruh dan penulis wahyu akan turun ke langit 
bawah dan menulis apa sahaja yang Tuhan takdirkan untuk tahun itu, dan samada Allah 
mahu mempercepatkan atau melambatkan sesuatu, Allah akan memerintahkan maiaikat 
untuk memadam atau menambah apa-apa yang Dia sukai.



Rasulullah(saw) telah mengkhabarkan kepada kita betapa hebatnya bulan Ramadhan


“Bulan Ramadhan terlampau banyak sekali kelebihan, rahmat..Siang, malam dan setiap 
jamnya adalah di dalam perkiraan Allah, di mana lebih penting dari siang, malam dan 
jam pada bulan yang lain. Bulan ini melebihi bulan lain dalam kemuliaan dan 
rahmatnya..Jadi seikhlas hati, bebaskan diri dari kejahatan samada fikiran atau 
perbuatan, berdoa dan pintalah pada Allah agar diberikan kekuatan untuk berpuasa, 
sepanjang bulan ini..” 


Kesimpulan: 
Muslim berpuasa sebagai lambang pengabdian dan mencari keredhaan serta keampunan 
Illahi. Ia juga menjana kezuhudan di hati manusia. Berpuasa di bulan ini meninggikan 
ayat-ayat Tuhan, dan menyucikan seseorang bagi mempersiapkan diri untuk malam al 
Qadar, serta pengharapan pada pengampunan Allah. Berpuasa merupakan pembaharuan 
kerohanian untuk setiap tahun, dan merupakan jalan Islam untuk keperibadian yang ideal







Apakah yang diperlukan untuk berpuasa Ramadhan? 
  
Ringkasnya, berpuasa memerlukan berpantang dari semua jenis makanan dan minuman, 
sembang kosong dan aktiviti seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Sesetengah 
orang tidak dapat berpuasa atas sebab umur, kesihatan dan lain-lain sebab, oleh itu mereka 
perlu memberi sedekah dan menggantikan puasa mereka di lain waktu. 

Bagaimanapun, sebab sebenar berpuasa di bulan Ramadhan itu lebih dari sekadar 
menhindari dari beberapa perkara sahaja. Ia adalah waktu kita menggandakan usaha untuk 
mencapai kesempurnaan rohani.


Dahaga dan lapar yang kamu rasai dan lalui, di sini dan sekarang, adalah untuk 
menyedarkan minda kamu akan keadaan di Hari Pembalasan.  


- Berilah sedekah kepada mereka yang fakir dan miskin. 
- Layanilah ibu bapa dan orang yang lebih tua dengan perasaan hormat 
- Sayangilah anak-anak dan orang muda dari kami 
- Berilah perhatian kepada kaum kerabat mu. 
- Jagalah lidah dari perkara yang tidak patut di sebut 
- Tutuplah mata kamu dari perkara yang tidak sopan untuk pandangan mata kamu 
- Pekakkanlah telinga kamu untuk sesuatu yang tidak baik untuk telinga kamu 
- Berlembutlah dan berbaiklah terhadap yatim piatu agar anak-anak kamu nanti, jika 
perlu, menerima layanan yang sama dari yang lain. 
- Bertaubatlah kepada Allah dan carilah kedekatan kepadaNya”  
- Nabi al Akram, solawat ke atasnya dan keluarganya. 

Selain dari puasa dan berusaha untuk moral terbaik, Muslim juga menggunakan banyak 
masa dan tenaga di bulan ini untuk bersolat dan berdoa kepada Allah. Dalam beberapa 
malam di bulan ini, Muslim akan berjaga sepanjang malam untuk beribadat. 

Selepas hari terakhir bulan Ramadhan, Muslim akan merayakan Eidul Fitri untuk 
merayakan penyempurnaan berpuasa. Mereka berkumpul bersama untuk bersolat, jamuan 
dan bertukar hadiah sesama mereka. Bagaimanapun, perasaan ini bercampur baur, kerana 
pemergian bulan Ramadhan, yang penuh dengan peluang pengampunan dan ganjaran, 
untuk setahun lagi



   
“Aku berlindung kepada rahmat Mu, Ya Tuhan, apabila malam berakhir 
dan Ramadhan tamat, dan aku masih lagi seorang yang berdosa, yang 
bakal dihukum pada hari aku dhadapkan kepada mu.''
[Dari doa malam terakhir Ramadhan, diajar oleh Imam Jaafar as Sadiq(as)]

















Tuesday, March 6, 2012

FACEBOOK OOOHH FACEBOOK...TWITTT TWITT...




Sebagaimana yang kita  maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet atau yang lebih dikenal dengan 'chatting' baru muncul dan popular beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui jaringan internet. Karena itu dalam kitab-kitab ulama terdahulu khususnya buku fiqh, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum 'chatting' ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.
'Chatting' dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telepon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan. Iaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini  juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu, ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum 'chatting' itu sendiri.
Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram.
Kedua, adalah hukum khalwat.
Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara'. Seperti pembicaraan yang mengandungi kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.
Dalam sejarah kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah SAW berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda iaitu Saidatina Aisyah RA.
Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya:
"Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik". (QS. al-Ahzab: 32)
Imam Qurtubi menafsirkan kata  'Takhdha'na'  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.
Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.
Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah. Iaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.
Jika ada unsur-unsur demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja.
Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya:
"Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.
Kerana ada sabda Nabi SAW bermaksud:
"Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya." (Hadis Sahih)
Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual-bual melalui  telepon di luar keperluan syar'i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisikal mereka tidak berada dalam satu tempat. Namun melalui telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh sesiapa
Dan  haram juga ialah perkara-perkara syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakkan muda-mudi atau remaja-remaja sekarang dimana sms atau email atau Facebook atau seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu di antara pasangan dan masing-masing melunaskan keinginan dan keseronokkan semata-mata. Membincangkan perkara-perkara lucah lebih-lebih lagi hukumnya adalah haram.
Kesimpulan :
Hukum chatting sama dengan menelepon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Artinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah. Karena berdakwah kepada jenis lawan bukanlah suruhan agama kerana Allah telah menetapkan untuk berdakwah kepada lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.
Namun bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kpd Allah dalam  mengukur sejauhmana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauhmana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat (yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu yang akan menjadi pengawal kita. Jika tidak maka kita akan hanyut bersama orang-orang yang terpedaya dengan teknologi moden ini. Na'uzubillah.
Agak menyedihkan juga dengan kenyataan saudari, bahawa dalam suasana nyata saudari amat menjaga batas pergaulan dengan lelaki bukan mahram, namun di alam siber saudari bebas berbual mesra tanpa batasan syara'. Saya percaya ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini.
Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.
Semoga jawapan ini dapat memandu para muslim dan muslimah remaja atau dewasa dalam melayari kehidupan yang penuh ujian keimanan ini.
Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yang terdiri daripada para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama iaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya. Semoga dengan itu Allah akan menurunkan rahmah-Nya kepada kita semua.
Dan semoga Allah menjauhkan kita dari segala fitnah dunia yang sangat manis pada pandangan mata.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga mendapat manfaat.
Wallahu a'lam.
Ustazah Shahidah Sheikh Ahmad, IKRAM Johor

RAJIN-RAJINLAH JARI JEMARI ANDA MEMBUKA AL-QURAN 






Saturday, February 4, 2012

RASULULLAH SAW



























Kita sekarang lebih kenal artis daripada Rasulullah, lebih menyambut Hari Valentine daripada menyanjung Rasulullah. Pelik! Pelik! Seseorang itu tidak akan menyambut kelahiran Rasulullah SAW jika tiada perasaan cinta terhadap baginda.


Malahan sesetengahnya langsung tidak mempedulikan Rasulullah SAW, seolah-olah tiada apa-apa keistimewaan dengan kelahiran dan pengutusannya.


Menyedihkan lagi, sebahagian daripada umat Islam lebih mengingati kelahiran paderi "St. Valentino" daripada mengingati Rasulullah SAW, lebih mengingati biodata para artis daripada biodata Rasulullah SAW. Beginikah kecintaan kita kepada seorang kekasih dan utusan Allah SWT? Justeru itu kita harus berasa bertanggungjawab untuk memaparkan biodata dan kronologi hidup Baginda SAW untuk tatapan dan ingatan kita bersama agar kita lebih mencintai kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW.


BIODATA Ringkas RASULULLAH SAW

  • Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
  • Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan  20 April 571 Masehi (dikenali sebagai   Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
  • Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
  • Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
  • Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
  • Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa   Rasulullah SAW).
  • Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
  • Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali Halimah As-Saadiah.  Suaminya bernama Abu Kabsyah).
USIA 5 TAHUN
Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.
USIA 6 TAHUN
Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa ' (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah). Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.
USIA 8 TAHUN
Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.
USIA 9 TAHUN  (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan.  · Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.
USIA 20 TAHUN
Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' , jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.  Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.
USIA 25 TAHUN
Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.  Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.  Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.  Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.
USIA 35 TAHUN
Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah. Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.  Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.
USIA 40 TAHUN
Menerima wahyu di gua Hira ' sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.
USIA 53 TAHUN
Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq.   Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M.
USIA 63 TAHUN
Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.
ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
  • Khadijah Binti Khuwailid.
  • Saudah Binti Zam'ah.
  • Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
  • Hafsah binti ' Umar (anak Saidina ' Umar bin Al-Khattab).
  • Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
  • Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
  • Zainab Binti Jahsy.
  • Maimunah Binti Harith.
  • Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
  • Zainab Binti Khuzaimah (digelar ' Ummu Al-Masakin ' ; Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
  1. Qasim
  2. Abdullah
  3. Ibrahim
  4. Zainab
  5. Ruqaiyah
  6. Ummi Kalthum
  7. Fatimah Al-Zahra '

ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).
SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW
IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
  1. Thuwaibah
  2. Hamzah
  3. Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad
SAUDARA SUSUAN
  1. Halimah Al-Saidiyyah
  2. Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Mutallib
  3. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
  4. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
  5. ' Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza
BAPA DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
(ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTTALIB)

  1. Al-Harith
  2. Muqawwam
  3. Zubair
  4. Hamzah ***
  5. Al-Abbas ***
  6. Abu Talib
  7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
  8. Abdul Ka ' bah
  9. Hijl
  10. Dhirar
  11. Umaimah
  12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
  13. Atiqah ##
  14. Arwa ##
  15. Umaimah
  16. Barrah
  17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

*** Sempat masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.
Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai  aku. Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam  syurga." (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )
Nabi Muhammad SAW - Manusia agong
KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH.  Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.
Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:

·               Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah saw
·               Aku melihat cahaya dari lidahnya.
·               Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
·               Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
·               Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
·               Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
·               Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
·               Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
·               Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
·               Wajahnya seperti bulan purnama.
·               Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
·               Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
·               Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
·               Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
·               Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
·               Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
·               Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
·               Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
·               Janggutnya penuh dan tebal menawan.
·               Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
·               Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
·               Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
·               Rambutnya sedikit ikal.
·               Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah bahu tapi disisir rapi.
·               Rambutnya terbelah di tengah.
·               Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
·               Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.
·               Seimbang antara kedua bahunya.
·               Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dgn cantik.
·               Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
·               Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
·               Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
·               Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
·               Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan putih.
·               Warna putihnya lebih banyak.
·               Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
·               Warna kulitnya putih tapi sihat.


PERISTIWA ISRAK DAN MIKRAJ



RASULULLAH SAW bersabda bermaksud: "Sesungguhnya zaman berputar seperti keadaannya 
tatkala Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada 12 bulan. Antaranya ada empat bulan 
haram. Tiga bulan berurutan iaitu Zulkaedah, Zulhijah, Muharam dan Rejab yang terletak antara 
Jamadilakhir dan Syaaban." (Hadis riwayat Bukhari).


Dalam al-Quran Allah SWT berfirman bermaksud: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (Surah At-Taubah ayat 36).


Menghubungkan Rejab dengan sejarah Islam, bulan ini tidak banyak mencatat peristiwa besar, tetapi satu daripada peristiwa yang berlaku itu boleh dijadikan bahan renungan seluruh pengikut Nabi Muhammad SAW.


Rejab adalah bulan ketujuh dalam kalendar Islam mencatat dua peristiwa sedih memilukan hati dalam sejarah perjalanan hidup rasul kesayangan kita, iaitu Nabi Muhammad.


Dua peristiwa sedih dimaksudkan itu ialah kematian Siti Khadijah, isteri yang sangat disayangi Baginda dan banyak berkorban harta benda dan wang ringgit untuk membantu Baginda berdakwah mengembangkan Islam. Siti Khadijah dengan penuh ikhlas dan rela hati menyumbang semua harta miliknya untuk kepentingan dan kemajuan dakwah Rasulullah dalam usaha menegakkan risalah Islamiah.


Kemuraman terus melanda hidup Rasulullah. Selepas kematian Siti Khadijah disusuli pula dengan kematian bapa saudara Nabi, Abu Talib yang begitu rapat dengan hidup Nabi. Justeru, Abu Talib bersungguh-sungguh dan bermati-matian membela dan melindungi Rasulullah daripada ancaman orang kafir Quraisy.


Abu Talib adalah orang yang sangat dihormati dan disegani di kalangan bangsa Arab ketika itu menyebabkan orang kafir Quraisy tidak berani mengganggu Rasulullah. Pemergian dua sangat rapat dan disayangi Baginda ini, Siti Khadijah dan Abu Talib, amat dirasakan oleh Baginda selepas itu.


Justeru, selepas kematian dua orang disayangi oleh Rasulullah ini, pergerakan dakwah baginda di kota Makkah semakin sempit dan sering mendapat gangguan daripada orang kafir Quraisy. Baginda mendapat ejekan serta mengancam keselamatan Baginda. Rasulullah akhirnya memutuskan untuk berhijrah ke Taif.


Malangnya di Taif juga Rasulullah menerima cacian, ejekan serta penghinaan penduduk Taif. Rasulullah kembali semula ke Makkah. Penderitaan ditanggung Rasulullah cukup berat ketika itu. Melihat keadaan Rasulullah SAW itu maka Allah memerintahkan Jibril membawa Rasulullah melalui peristiwa Israk Mikraj. Peristiwa menakjubkan itu berlaku pada malam 27 Rejab tahun ke-11 menjadi rasul.


Allah berfirman dalam al-Quran bermaksud: "Dan Kami mengangkatnya ke martabat yang tinggi - "(Surah Maryam ayat 57).


Inilah peristiwa penting dan besar bagi orang Islam kerana peristiwa itu memberi hikmah dan pelajaran yang sangat mendalam bagi Nabi Muhammad dan sekali gus ia juga menjadi cermin bagi umat Muhammad pada hari ini, sebelum ini dan yang akan datang.


Sesuatu yang dikira penting bila bercakap mengenai Israk Mikraj ini ialah sejarah pensyariatan solat kini difardukan bagi umat Islam lima waktu sehari. Pada mulanya Allah menetapkan sebanyak 50 waktu sehari ketika Nabi Muhammad kali pertama menghadap Allah di Sidratul Muntaha. Selepas turun naik berulang kali menghadap Allah selepas diminta oleh Nabi Musa, maka akhirnya Allah menetapkan lima waktu saja sehari semalam.


Sesungguhnya peristiwa Israk Mikraj yang dialami Nabi Muhammad ribuan tahun lalu itu sentiasa segar dalam ingatan seluruh umat Islam kerana peristiwa itu diingati setiap tahun. Peristiwa itu memberi pengajaran yang cukup bermakna kepada orang mukmin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah hingga kiamat. Jelas diperlihatkan kebesaran dan keagungan Allah melalui peristiwa Israk Mikraj.


Allah berfirman bermaksud: "Maha Suci Allah, yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkali sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian daripada tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Surah al-Isra' ayat 1)


Mempelajari kejadian yang berlaku sepanjang peristiwa Israk Mikraj yang dialami oleh Nabi Muhammad pada masa tiga suku malam itu boleh memberi kesedaran dan keinsafan mendalam bagi umat Muhammad.


Sebagai contoh ialah satu kejadian yang disaksikan Rasulullah ketika perjalanan (Israk), sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu mereka memecahkan semula. Mereka melakukannya berulang-ulang kali. Jibril memberitahu Rasulullah itulah orang yang berat kepala mereka untuk sujud kepada Allah (solat).


Kejadian di atas itu boleh menginsafkan mereka yang selama ini mengabaikan atau tidak solat. Allah tetap akan memberi balasan kepada mereka yang tidak sujud kepada-Nya dan Allah tidak memungkiri janji-Nya.